Jejak Tradisi di Tengah Modernisasi: Representasi Budaya Lokal di Ruang Publik Urban merupakan seri ketiga yang melanjutkan pembahasan dalam dua buku sebelumnya, yaitu Disrupsi Kebudayaan Indonesia di Tengah Globalisasi (Seri 1) dan Semiotika Budaya: Dinamika Urban di Era Industri 4.0 (Seri 2). Ketiga buku ini membentuk satu rangkaian kajian yang menelusuri transformasi budaya Indonesia, mulai dari dampak globalisasi, dinamika budaya urban, hingga negosiasi tradisi dan modernitas di ruang publik kontemporer. Berlandaskan teori poskolonial Homi K. Bhabha tentang hybridity, mimicry, dan Third Space, buku ini memandang budaya sebagai sistem yang dinamis yang terus mengalami negosiasi, adaptasi, dan transformasi. Ruang publik urban menjadi arena perjumpaan berbagai identitas, bahasa, simbol, media, dan teknologi yang membentuk representasi budaya baru tanpa menghilangkan akar budaya lokal. Buku ini disusun dalam enam bagian. Bagian pertama menguraikan landasan konseptual mengenai budaya, modernisasi, teknologi digital, dan representasi sosial. Bagian kedua membahas negosiasi identitas melalui representasi budaya Tolaki, lanskap linguistik Betawi di Jakarta, dan konstruksi identitas Palestina dalam narasi publik Indonesia. Bagian ketiga mengkaji hibriditas budaya melalui transformasi kimchi, perkembangan musik dangdut, dan representasi idiom Bugis dalam film. Bagian keempat menelaah transformasi nilai budaya melalui tradisi Peumulia Jamee masyarakat Aceh serta nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge pada masyarakat Bugis-Makassar. Bagian kelima membahas relasi budaya, kekuasaan, dan hukum melalui tradisi carok di Madura. Bagian keenam mengulas budaya digital, akal imitasi, transformasi literasi, dan etika akademik pada era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Melalui pendekatan multidisipliner, buku ini menegaskan bahwa tradisi dan modernitas bukanlah dua kutub yang saling bertentangan, melainkan saling berdialog untuk membentuk identitas budaya Indonesia yang adaptif, humanis, dan berakar pada nilai-nilai lokal. Buku ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian linguistik kebudayaan, semiotika, antropologi, komunikasi, dan studi poskolonial dalam memahami transformasi budaya Indonesia pada abad ke-21.
Jejak Tradisi di Tengah Modernisasi: Representasi Budaya Lokal di Ruang Publik Urban
Copyright@2026, Dr. Somadi Sosrohadi,dkk
Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh:
Penerbit Merah Putih
JI. Salak I No. 79, Abadijaya, Sukmajaya, Depok – 16417
Email: admin@merahputihpanjipustaka.com
WA: 081219040506
Anggota (IKAPI): 483/JBA/2023
Website: www.merahputihpanjipustaka.com
Halaman: xii + 302 halaman
Ukuran : 15 cm x 23 cm
ISBN : –
Cetakan: 2026
Penulis : Ismail Suardi Wekke, Asmiatin, Jaswan, Tadjuddin Nur, Somadi Sosrohadi, Edy Sukardi, Imamati Zikra Ar Rusyfa, Citra Andini, Kwon Youngsun, Kaharuddin, Andi Nurul Mawaddah Malik, Adi Prakosa, Dalyan Tahir, Abdul Hafid, Nurjannah, Sunnuraini, Ninin Herlina, Muhammad Syukri, Syahruni Junaid, Dahlan, Basuki Rekso Wibowo, Fathu Rahman, Abbas, Rahmawati Azi, Bahmansyur, Muliyani
Editor : Dr. Drs. Somadi Sosrohadi, M.Pd., Prof. Dr. Fathu Rahman, M.Hum., Dr. Tadjuddin Nur, S.S., M.M., Dr. M. Daiyan Tahir, M.Hum., Citra Andini, S.Hum., M.Hum.
Design sampul : Tim Merah Putih
Tata letak isi : Sofitahm
Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang.
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi
buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.
PT. Merah Putih Panji Pustaka, Company, Depok, is not
responsible for the contents of this book
